Selasa, 24 Maret 2015

Pesona GUNUNG & KAWAH IJEN - Banyuwangi, Jawa Timur



Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di daerah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini mempunyai ketinggian 2.443 m dan telah empat kali meletus (1796, 1817, 1913, dan 1936). Untuk mendaki ke gunung ini bisa berangkat dari Banyuwangi ataupun dari Bondowoso.
 

TINJAUAN

Inilah salah satu pesona keindahan alam Indonesia yang luar biasa dan telah memukau banyak wisatawan dari berbagai negara. Di sinilah dapat Anda lihat danau kawah luas yang menakjubkan bersama api berwarna biru dari belerangnya saat malam hari. Selain menjadi tujuan wisata naik gunung, Kawah ijen juga merupakan tempat penambangan belerang tradisional yang hilir-mudik di arena bekas letusan kawah yang sebenarnya masih aktif.Gunung Ijen sendiri berada di kawasan Wisata Kawah Ijen dan Cagar Alam Taman Wisata Ijen di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang Kabupaten Bondowoso. Gunung ini berada 2.368 meter di atas permukaan laut dimana puncaknya merupakan rentetan gunung api di Jawa Timur seperti Bromo, Semeru dan Merapi. 

Kawah Ijen merupakan tempat penambangan belerang terbesar di Jawa Timur yang masih menggunakan cara tradisional. Ijen memiliki sumber sublimat belerang yang seakan tidak pernah habis  dimanfaatkan untuk berbagai keperluan industri kimia dan penjernih gula. Kawah Ijen merupakan salah satu kawah paling asam terbesar di dunia dengan dinding kaldera setinggi 300-500 meter dan luas kawahnya mencapai 5.466 hektar. Kawah di tengah kaldera tersebut merupakan yang terluas di Pulau Jawa dengan ukuran 20 km. Ukuran kawahnya sendiri sekitar 960 meter x 600 meter. Kawah tersebut terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera.Pemandangan Kawah Ijen begitu menakjubkan ketika disinari Matahari pagi dengan memancarkan kemilau hijau toska. Sinaran yang juga menerpa dari balik Gunung Merapi, saudara kembar Gunung Ijen jangan sampai Anda lewatkan untuk diabadikan oleh kamera. Air kawahnya tenang berwarna hijau kebiruan namun Anda tidak diperkenankan menuruninya karena air kawah bervolume sekira 200 juta meter kubik itu panasnya mencapai 200 derajat celcius. Derajat keasaman kawah tersebut sangat tinggi mendekati nol sehingga bisa melarutkan pakaian bahkan tubuh manusia dengan cepat.Dini hari pukul 01.00, saat Matahari belum membiaskan pijarnya menguak keindahan danau kawah ini ada keajaiban lain yang dihadirkan Ijen. Di bawah kawahnya berpijar api biru (blue fire) dari cairan belerang yang mengalir tanpa henti untuk dikeringkan oleh angin kemudian menjadi batu dan dicacah para penambang. Bongkahan belerang tersebut kemudian ditempatkan pada dua keranjang kayu dan dipakul menuruni gunung sejauh 3 km. Bukan beban yang ringan sebab berat keranjang pikul tersebut bisa mencapai 100 kg.Di tenggara kawah terdapat lapangan solfatara yang merupakan dinding danau Kawah Ijen. Di bagian barat terdapat Dam Kawah Ijen yang merupakan hulu dari Kali Banyupait. Lapangan solfatara Gunung Kawah Ijen selalu melepaskan gas vulkanik dengan konsentrasi sulfur yang tinggi dan bau gas yang kadang menyengat. Dam Kawah Ijen merupakan bagian dari objek wisata menarik tetapi tidak selalu dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan jalan untuk menuju ke sana cukup sulit dan sering rusak karena longsor. Dam Kawah Ijen adalah bangunan beton yang dibangun sejak zaman Belanda dan dimaksudkan untuk mengatur level air danau agar tidak menyebabkan banjir air asam. Tetapi bendungan ini sekarang tidak berfungsi karena air tidak pernah mencapai pintu air akibat terjadinya rembesan air danau di bawah dam.

TRANSPORTASI




Anda dapat mencapai Kawah Ijen melalui dua alternatif rute berikut ini.
Pertama, rute dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 km yang dapat dilewati dengan kendaraan bermotor roda dua atau empat selama sekitar 30 menit. Rute ini lebih sulit dilalui karena kondisi jalan yang rusak. Biasanya digunakan oleh para pendaki untuk rute pendakian Gunung Ijen. Rute ditempuh dari Banyuwangi lalu menuju Kecamatan Licin. Dari Licin menuju Paltuding yang berjarak sekitar 18 km perjalanan dapat diteruskan dengan kendaraan bermotor terutama jenis jeep double gardan karena sekitar 6 km sebelum sampai di Paltuding melewati jalan yang dinamakan tanjakan erek-erek yaitu berupa belokan berbentuk S dan sekaligus menanjak, perjalanan memerlukan waktu sekitar satu jam, karena jalanan sering rusak oleh air hujan maupun dilewati truk pengangkut Belerang setiap hari. Dari Patulding Anda tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 3 kilometer menuju dasar Kawah Ijen. Total jarak tempuh melewati rute ini adalah 38 kilometer.
Kedua, rute jalan utara dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) melalui Wonosari kemudian dilanjutkan ke Paltuding yang dapat dicapai dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat. Rute ini lebih mudah dilalui karena kondisi jalan yang bagus dan relatif mulus. Rute ini dapat ditempuh dari Bondowoso, lalu menuju Wonosari, lalu ke Sempol dan akhirnya ke Patulding. Jarak Situbondo sampai Paltuding adalah 93 km dan kondisi jalan sampai Paltuding boleh dikatakan sangat bagus sehingga dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam. 

Dari Patulding Anda tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Jarak tempuh melewati rute ini adalah 70 kilometer dengan pemandangan pohon kopi dan hutan pinus yang memesona. Rute dari Bondowoso ini melalui daerah terbatas areal perkebunan kopi dengan tiga pintu gerbang yang berbeda. Di setiap pintu gerbang Anda diminta untuk mengisi buku tamu dan tujuan perjalanan. Pemandangan di rute ini sangat bagus dengan kebun kopi arabikanya yang hijau teratur, hutan pinus Perhutani dan hutan perawan Cagar Alam Ijen-Merapi yang lebat. Kunjungan singkat satu hari dapat dilakukan namun bermalam di perkebunan kopi atau Paltuding  adalah pilihan yang tepat. Tersedia paket agrowisata mengunjungi kebun kopi dan unit pemrosesan biji kopi yang patut Anda pertimbangkan.Anda dapat menuju Bondowoso maupun Banyuwangi dengan transportasi umum dari Surabaya. Jarak dari Surabaya ke Bondowoso maupun Banyuwangi sekira 200 kilometer.
Untuk menuju ke kawah ijen, perjalanan akan melintasi keindahan hutan lindung. Di sepanjang perjalanan menuju ke Kawah Ijen, terlihat para pekerja tambang belerang dalam kendaraan truk pengangkut menuju ke kawah ijen, perjalanan sangat menantang dan tentunya menguras tenaga.  Setibanya di kawasan Paltuding maka ini adalah titik awal menuju ke Kawah Ijen dimana Anda harus berjalan mendaki sekitar 1,5 jam. Paltuding adalah lokasi kaki gunung dengan ketinggian 1.800 m dpl, jadi pastikan Anda membawa baju hangat yang mencukupi.

AKOMODASI


Apabila Anda khusus datang untuk manaiki kawah pagi-pagi sekali maka penginapan di Paltuding tersedia 2 wisma milik Departemen Kehutanan yang dapat disewa untuk umum mulai dari harga Rp100.000,00 hingga Rp300.000,00 per malamnya. Perbedaan di antara keduanya hanyalah ada dan tidaknya kamar mandi di dalam kamar. Paltuding merupakan camping ground sehingga pengunjung diizinkan mendirikan tenda. Jadi, berkemah di sini pun bila Anda berminat maka mengapa tidak.
Di Paltuding ada 2 warung yang biasanya tutup setelah tengah hari. 1 warung letaknya tidak jauh dari dapur pengolahan belerang. Warung ini sebenarnya untuk melayani para penambang namun kadangkala pengunjung pun makan di sana. Pemiliknya adalah Bapak Im dan beliau sekaligus sebagai seorang pemandu berpengalaman. Di warung ini ada cenderamata yang dapat Anda beli yaitu kaos bergambar Kawah Ijen atau yang istimewa belilah keranjang belerang mini yang terbuat dari bambu diisi dengan serpihan kecil belerang kuning. Benar-benar mirip aslinya. Hiasan dari cetakan khusus berbahan belerang juga tersedia di warung serta Pos Bundar.
Apabila Anda memilih penginapan yang ada Banyuwangi maka ada banyak pilihannya. Lokasi hotel ini berdekatan dengan Pelabuhan Katapang Banyuwangi atau di tengah kota.
Kegiatan
Saat pagi hari, ketika Matahari mulai menyinari kawasan Kawah Ijen, pemandangan indah dapat Anda nikmati. Kawah Ijen yang berwarna hijau kebiruan berpendar oleh cahaya Matahari yang berwarna keemasan memantul di bawah kawah. Saat yang paling tepat untuk menyaksikan keindahan Ijen pada dini hari antara pukul 02.00 hingga 04.00. Saat itu Anda dapat menyaksikan bagaimana pijaran api biru (blue fire) dari bawah kawah.
Apabila Anda ingin turun ke bawah kawah untuk melihat api biru maka wajib disertai pemandu. Kenakan masker dan kaca mata pelindung itu karena selain bau belerang yang sangat menyegat, asap belerang dari aktivitas para penambang akan dengan mudah menyerang dan membaut pedih mata.

Kawah Ijen dari atas Gunung Ijen terlihat sangat indah. Kawah ini merupakan danau besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang sangat memesona. Selain itu, udara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius, ini jelas akan menambah sensasi tersendiri bagi Anda. Berbagai tanaman yang hanya ada di dataran tinggi juga dapat Anda temukan, seperti bunga edelweis dan cemara gunung.
Jalan tanah menanjak dengan ketinggian 2.700 di atas permukaan laut akan Anda lalui dengan berjalan kaki. Perjalanan menuju ke Kawah Ijen akan membuat Anda menghargai kehidupan ini. Para penambang belerang dengan tekun mengangkut belerang dengan beban luar biasa berat apalagi kalau harus diangkut melalui dinding kaldera yang begitu curam menuruni gunung sejauh 3 km. Berkenalanlah dengan mereka, sapa dan menyaksikan Penambang Belerang
Salah satu yang akan Anda saksikan langsung di Kawah Ijen adalah adanya penambang belerang tradisional. Penambang belerang tradisional ini konon hanya terdapat di Indonesia yaitu di Welirang dan Ijen. Tempat pengambilan belerang terdapat di dasar  kawah sejajar dengan permukaan danau. Mereka dengan berani mendekati danau untuk menggali belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan keranjang. Para penambang belerang ini mengambil belerang dari dasar Kawah Ijen sejauh 3 km. Di tempat tersebut asap cukup tebal namun mereka dengan peralatan penutup hidung sekadarnya tetap mencari lelehan belerang. Sebuah pertaruhan nyawa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Lelehan belerang diperoleh dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah membeku belerang tersebut akan membeku berwarna kuning. Bekuan belerang inilah yang akan diambil oleh pekerja tambang. Sebelumnya belerang dipotong dengan linggis kemudian langsung diangkut menggunakan keranjang. Setelah belerang dipotong, penambang akan memikulnya melalui jalan setapak. Beban yang dipikul cukup berat antara 80 hingga 100 kg. Para penambang sudah terbiasa memikul beban yang berat ini sambil menyusuri jalan setapak di tebing kaldera menuruni gunung sejauh 3 kilometer.  Dalam sehari mereka hanya dibolehkan 2 kali naik-turun kawah. Semua penambang akan berkumpul di bangunan bundar kuno peninggalan Belanda yang dikenal dengan “Pengairan Kawah Ijen” yang sekarang disebut sebagai Pos Bundar. Di sini penambang menimbang muatannya dan mendapatkan secarik kertas tentang berat muatan dan nilainya.
Di pos pengumpulan belerang Anda dapat melihat dan merasakan ritual harian penambang belerang. Beberapa dari mereka rehat di keteduhan meregang otot, beberapa yang punya karung mengemas bongkah-bongkah hasil tambangannya. Truk terakhir datang membawa serta pengurus  koperasi. Pengurus mengabsen penambang satu per satu yang dipanggil maju mengangkat pikulannya ke atas penimbang. Angka yang ditunjuk oleh penimbang lalu diubah ke dalam Rupiah yang dibayar sore itu juga. Penghasilan yang diterima seorang penambang belerang dalam sehari tidak sebanding dengan ancaman yang dekat dengan nyawa mereka. Satu orang penambang biasanya hanya mampu membawa satu kali angkut setiap harinya  mengingat beratnya pekerjaan dan jalan yang dilalui.

Senin, 23 Maret 2015

Pesona GOA SOON DONG - Vietnam

Sebelumnya, belum pernah ada orang yang mengetahui ada keindahan alam yang sangat istimewa dan tak ada duanya tersimpan di dalam gua ini. Hingga empat tahun yang lalu, gua Son Doong di Vietnam akhirnya ditemukan dan mendapatkan sebutan sebagai gua terbesar di dunia. Gua ini memiliki panjang 5,5 mil lengkap dengan hutan dan sungai yang terlindung di balik dinding setinggi 40 lantai. Seorang penduduk lokal menemukan pintu masuk gua ini pada tahun 1991, namun seorang penjelajah asal Inggris berhasil menguak apa yang ada di dalamnya pada tahun 2009. Kini perusahaan tur Oxalis melakukan tur percobaan ke dalam gua ini selama enam hari. Penduduk lokal yang pertama kali menemukan Son Doong tak berani masuk ke dalam karena melihat jalan masuk gua yang terlalu curam. Jika tur ke dalam gua ini berhasil, tahun depan pengunjung harus turun ke kedalaman 80 meter untuk masuk ke dalam gua ini. Yang pertama kali dilakukan di dalam gua adalah berkemah di dekat Hand of Dog. Hand of Dog adalah batu stalakmit berukuran besar yang terlihat seperti cakar anjing. Pada beberapa bagian, atap gua telah runtuh beberapa abad lalu sehingga memungkinkan tumbuhnya tanaman. Ini membuat bagian dalam gua terlihat seperti hutan yang dihuni oleh monyet dan rubah terbang. Penjelajah menamakan daerah ini Garden of Edam. Padang alga yang diperkirakan muncul karena adanya kolam pada masa kuno juga menghiasi beberapa bagian dari gua. Alga tersebut menyelimuti lantai gua dan membuatnya terlihat indah, seperti permadani. Son Doong juga menyimpan keindahan kristal di atapnya. Kristal ini berasal dari tetesan air dari ratusan tahun lalu yang mengering dan membentuk bongkahan kristal yang tertutup pasir.

Minggu, 22 Maret 2015

Pesona UENO PARK - Jepang

Taman Ueno adalah taman umum yang berada di kawasan Ueno, distrik Taito-ku, Tokyo,Jepang. Nama resminya adalah Taman Ueno Pemberian Kaisar Ueno Onshi Kōen. Taman seluas sekitar 530 ribu meter persegi ini dikelola Dinas Pekerjaan Umum Tokyo.
Di sebelah selatan taman terdapat kolam luas bernamaKolam Shinobazu. Di musim panas, sebagian permukaan kolam dipenuhi dengan indahnya daun-daun hijau dan merah muda bunga tanaman seroja. Di musim dingin, burung-burung migran menggunakan Kolam Shinobazu sebagai tempat tinggal sementara hingga datangnya musim semi. Di musim semi, Taman Ueno populer sebagai tempat melihat bunga sakura. Ketika bunga sakura sedang mekar-mekarnya, taman ini ramai dengan orang yang datang berkelompok-kelompok untuk melakukan hanami.



SEJARAH

Taman Ueno bermula dari sebuah kuil bernama Kan'ei-ji yang dibangun pada zaman Edo oleh shogun ke-3 Tokugawa Iemitsu. Kuil tersebut dibangun untuk menyegel kekuatan jahat dari timur laut yang dipercaya sebagai mata angin sial. Semasa Perang Boshin, bangunan Kan'ei-ji habis terbakar setelah dipakai sebagai benteng pertahanan kelompok prajurit pendukung keshogunan yang disebut Shōgitai. Pada tahun 1870, dokter Belanda bernama Anthonius Bauduindatang untuk memeriksa lokasi bekas Kan'ei-ji. Menurut rencana, di lokasi ini akan didirikan sekolah kedokteran dan rumah sakit. Ia juga menyarankan kepada pemerintah untuk mempertahankan kawasan Ueno sebagai sebuah taman. Pada tahun 1837, lokasi untuk Taman Ueno ditetapkan berdasarkan perintah Dajōkan (menteri dalam negeri). Taman Ueno selesai dibangun dan dibuka untuk umum pada tahun 1876. PembangunanKebun Binatang Ueno dan Museum Nasional Tokyo dimulai tahun 1882. Pada tahun 1890, tanah kawasan taman menjadi hak milik dan berada di bawah yurisdiksi Bagian Rumah Tangga Kekaisaran.
Pada tahun 1924, Bagian Rumah Tangga Kekaisaran menghibahkan taman kepada pemerintah kota Tokyo, sehingga taman secara resmi diberi nama Taman Ueno Pemberian Kaisar (Ueno Onshi Kōen). Di Jalur Utama Keisei dibangun stasiun kereta api baru antara Stasiun Nippori dan Stasiun  Keisei Ueno. Stasiun selesai tahun 1933 dan diberi nama Stasiun Hakubutsukan-Doubutsuen. Pada tahun1997, Stasiun Hakubutsukan-Doubutsuen berhenti beroperasi sebelum dihapus pada tahun 2004Pada tahun 1973, patung Anthonius Bauduin didirikan untuk memperingati 100 tahun berdirinya Taman Ueno. Namun wajah patung keliru dibuat dari potret wajah adik Anthonius Bauduin. Patung dengan wajah yang benar selesai dibangun kembali pada tahun 2006Museum Nasional Tokyo (Tokyo Kokuritsu Hakubutsukan) adalah museum tertua di Jepang yang berada di Taman UenoTokyo. Didirikan pada tahun 1872, pengelolanya adalah Institut Nasional Peninggalan Budaya (Kokuritsu Bunkazai Kikō). Koleksi terdiri dari kekayaan budaya berupa benda seni dan peninggalan arkeologi Asia dan Jepang. Museum ini terdiri dari 5 gedung pameran: gedung utama (galeri Jepang), Tōyōkan (galeri Asia), Heiseikan (arkeologi Jepang), Hyōkeikan (ruang pameran khusus), galeri barang pusaka Hōryū-ji, dan gedung perpustakaan. Koleksinya lebih dari 110.000 buah, 87 di antaranyapusaka nasional Jepang, dan 610 peninggalan budaya penting.


FASILITAS & OBJEK WISATA

1. MUSEUM NASIONAL TOKYO


Museum Nasional Tokyo (Tokyo Kokuritsu Hakubutsukan) adalah museum tertua diJepang yang berada di Taman UenoTokyo. Didirikan pada tahun 1872, pengelolanya adalah Institut Nasional Peninggalan Budaya (Kokuritsu Bunkazai Kikō). Koleksi terdiri dari kekayaan budaya berupa benda seni dan peninggalan arkeologi Asia dan Jepang. Museum ini terdiri dari 5 gedung pameran: gedung utama (galeri Jepang), Tōyōkan (galeri Asia), Heiseikan (arkeologi Jepang), Hyōkeikan (ruang pameran khusus), galeri barang pusaka Hōryū-ji, dan gedung perpustakaan. Koleksinya lebih dari 110.000 buah, 87 di antaranyapusaka nasional Jepang, dan 610 peninggalan budaya penting.



2. KEBUN BINATANG UENO

Kebun Binatang Ueno (Tōkyō-to Onshi Ueno Dōbutsuen) adalah kebun binatang yang berada di dalamTaman Ueno, distrik TaitōTokyoJepang. Pertama kali dibuka untuk umum pada 20 Maret 1882, Kebun Binatang Ueno adalah kebun binatang tertua di Jepang. Kebun binatang ini memiliki sekitar 500 spesies hewan, dengan koleksi utama berupa hewan langka seperti harimau Sumatra dan gorila Dataran Barat.
Pemilik kebun binatang ini adalah Pemerintah Metropolitan Tokyo. Setelah sebelumnya dikelola Dinas Pekerjaan Umum Metropolitan Tokyo, pengelolaan kebun binatang ini dialihkan kepada Yayasan Asosiasi Kebun Binatang Tokyo sejak 1 April 2006. Selain Kebun Binatang Ueno, kebun binatang lain yang dikelola Yayasan Asosiasi Kebun Binatang Tokyo adalah Taman Zoologi TamaTokyo Sea Life Park, dan Kebun Binatang Inokashira
Dari Stasiun Ueno, Gerbang Depan Kebun Binatang Ueno ini dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 5 menit. Bagian dalam kebun binatang dibagi menjadi dua kawasan: Kebun Binatang Barat dan Kebun Binatang Timur. Selain dapat berjalan kaki, pengunjung dapat naik monorel yang menghubungkan Kebun Binatang Barat dan Kebun Binatang Timur. Monorel di Kebun Binatang Ueno adalah monorel yang pertama di Jepang. Gerbang Depan berada di kawasan Kebun Binatang Timur, sementarakebun binatang anak dan Kolam Shinobazu berada di kawasan Kebun Binatang Barat. Di Kebun Binatang Timur terdapat pagoda berlantai lima yang pertama kali dibangun pada tahun 1631. Bangunan pagoda yang sekarang merupakan hadiah pemberianKan'ei-ji untuk Pemerintah Metropolitan Tokyo pada tahun 1958.

Kebun Binatang Ueno adalah kebun binatang yang paling banyak dikunjungi orang di Jepang. Total pengunjung dalam sebulan kadang-kadang melebihi total pengunjung Kebun Binatang Asahiyama di AsahikawaHokkaido. Pada tahun 2006, Kebun Binatang Ueno dikunjungi sekitar 3,5 juta pengunjung, sementara Kebun Binatang Asahiyama sekitar 3 juta 40 ribu pengunjung. Pada tahun2008, total pengunjung mengalami penurunan menjadi sekitar 2,9 juta pengunjung  setelah matinya Ling Ling, satu-satunya pandamilik Kebun Binatang Ueno. Pada tahun yang sama, Kebun Binatang Asahiyama juga mengalami penurunan jumlah pengunjung menjadi sekitar 2.770.000 orang.

Rabu, 18 Maret 2015

Pesona HUTAN BAMBU SAGANO KYOTO - Kyoto, Jepang



Hutan Bambu Sagano terletak di Barat Laut di Kyoto Basin tepatnya di Arashiyama Sagano, Jepang,  memiliki luas 16 kilometer persegi. Ini adalah salah satu lingkungan alam yang paling indah di Jepang, bukan hanya karena keindahan alamnya tetapi juga karena suara angin bertiup yang menghasilkan melodi merdu saat menerpa sela – sela rumpun bambu yang cukup lebat. Suara angin di hutan bambu telah terpilih dalam voting sebagai salah satu 100 suara yang harus dijaga kelestraiannya di Jepang.
Konon sekitar tahun 1870 Thomas Alva Edison mencari bambu untuk sebuah bahan penelitian dan beliau di sarankan oleh gubernur Kyoto pada saat itu untuk memilih di hutan Bambu Sagano ini. Keindahan pemandangan dan suara yang tercipta di Hutan Bambu Sagano membuat kawasan ini menjadi salah satu objek wisata tercantik di Jepang. Hutan ini menjadi tempat yang cocok untuk jalan-jalan santai atau bersepeda. Untuk sampai ke Hutan Bambu Sagano dapat dicapai menggunakan kereta api sekitar 30 menit dari Kyoto. Disini pengunjung yang gemar dengan kegiatan alam terbuka seperti tracking, di Hutan Bambu Sagano terdapat rute yang cukup bagus.

Keindahan pemandangan hijau dengan alunan suara yang tercipta secara alami mungkin bisa menjadi tujuan destinasi ketika berlibur. Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas dan mengulas lebih dalam mengenai salah satu objek wisata alam terkenal yang terdapat di Negeri Anime, Jepang. Yap, Hutan Bambu Sagano Kyoto adalah salah satu objek wisata cantik yang akan menjadi topik hangat para traveler kali ini. Selain terkenal akan keistimewaan budayanya yang unik, Jepang juga memiliki Bamboo forest yang begitu dijaga kelestariannya. Pertunjukan alam yang memukau dapat dibuktikan ketika berkunjung ke Hutan Bambu Sagano yang berada di barat laut Kyoto tepatnya di Arashiyama Sagano Jepang. Saat angin berhembus sederet bambu yang ada di Hutan Sagano ini akan mengeluarkan suara yang terdengar seperti siulan yang indah nan merdu, siap membuat siapa saja yang mendengarnya merasa begitu nyaman dan rileks.
Saat angin berhembus tenang, tidak terlalu kencang dan tidak terlalu lemah, Hutan Bambu Sagano Kyoto seakan bernyanyi merdu yang memang suara tersebut berasal dari hembusan angin sehingga menimbulkan musik alam yang syahdu dan indah. Gesekan daun dengan batang ditambah siulan angin yang berdesir dari sela batang seakan menjadi lantunan irama musik yang luar biasa menentramkan hati. 

Keindahan pemandangan dan suara yang tercipta di Hutan Bambu Sagano Kyoto di Jepang ini membuat kawasan alam ini menjadi salah satu objek wisata tercantik di jepang.
Pada siang hari di Hutan Bambu Sagano Kyoto akan banyak ditemui para wisatawan yang berjalan-jalan santai, sedangkan ketika menjelang sore hari para wisatawan lebih memilih untuk bersepeda dengan ditemani cahaya dan udara yang sejuk. Tidak hanya suara dari hembusan angin yang memukau para wisatawan, namun hal menarik lainnya yang juga tidak kalah mempesona adalah tarian batang bambu dari hembusan angin yang berpadu dengan ujung bambu yang bergoyang ke kanan dan kiri atau depang belakang yang terlihat seakan Hutan Bambu Sagano Kyoto seperti menari dan menyapa para pengunjung yang sedang melintas di sekitarnya. Dengan ratusan atau bahkan ribuan pohon bambu yang bergerak bersamaan dan berirama, Hutan Bambu Sagano Kyoto siap menghadirkan tontonan yang menarik yang tentunya akan membuat anda tidak mudah melupakan liburan kali ini. Bagaimana, tertarik untuk menikmati alunan irama dan suasana Bamboo Forest di Sagano, Kyoto, Japan? Selamat merencanakan liburan selanjutnya.

Selasa, 17 Maret 2015

Pesona SPHINX MESIR - Kairo Mesir

Sphinx Agung Giza adalah sebuah patung sfinks besar berbentuk separuh manusia, dan separuh singa yang terdapat di Mesir, di Dataran Giza, tepi barat Sungai Nil, dekat Kairo sekarang. Ini adalah satu dari beberapa patung terbesar di dunia yang terbuat dari satu batu utuh, dan dipercaya telah dibangun oleh Mesir Kuno pada milenium ketiga SMNama yang digunakan bagi masyarakat Mesir Kuno untuk menyebut patung ini sama sekali tidak diketahui. Nama "sfinks" yang biasa digunakan diambil dari nama makhluk mitologi Yunani dengan tubuh seekor singa, kepala seorang wanita, dan sayap seekor elang, walaupun patung sfinks Mesir memiliki kepala laki-laki. Kata "sfinks" berasal dari bahasa Yunani yang berarti mencekik, karena sfinks dari mitologi Yunani mencekik orang yang tidak dapat menjawab pertanyaan teka-tekinya. Bagi beberapa orang, dipercayai bahwa nama ini merupakan perubahan kata dari bahasa Mesir kunoShesep-ankh, sebuah nama yang diberikan kepada patung bangsawan pada Dinasti Keempat. Pada tulisan-tulisan abad pertengahan, nama balhib dan bilhaw yang menunjuk pada Sphinx dipergunakan, termasuk oleh sejarawan Mesir Maqrizi, yang menyarankan penyusunan bahasa Koptik, tapi istilah Arab-Mesir Abul-Hôl, yang diartikan sebagai "Bapak Teror," lebih banyak digunakan.walaupun diartikan "Bapak Teror", sphinx merupakan salah satu kebudayaan modern dimasanya, dan merupakan kawasan wisata yang diminati.



SEJARAH


Sejak abad ke-6 SM, Mesir merupakan tempat pelarian kerajaan Poshi, yang kehilangan kedudukannya setelah berdiri lebih dari 2.000 tahun, menerima kekuasaan yang berasal dari luar yaitu kerajaan Yunani, Roma, kerajaan Islam serta kekuasaan bangsa lain. Semasa itu sejumlah besar karya terkenal zaman Firaun dihancurkan, aksara dan kepercayaan agama bangsa Mesir sendiri secara berangsur-angsur digantikan oleh budaya lain, sehingga kebudayaan Mesir kuno menjadi surut dan hancur, generasi belakangan juga kehilangan sejumlah besar peninggalan yang dapat menguraikan petunjuk yang ditinggalkan oleh para pendahulu.Tahun 450 SM, setelah seorang sejarawan Yunani berkeliling dan tiba di Mesir, membubuhkan tulisan: Cheops, (aksara Yunani Khufu), konon katanya, hancur setelah 50 tahun. Dalam batas tertentu sejarawan Yunani tersebut menggunakan kalimat “konon katanya”, maksudnya bahwa kebenarannya perlu dibuktikan lagi. Namun, sejak itu pendapat sejarawan Yunani tersebut malah menjadi kutipan generasi belakangan sebagai bukti penting bahwa piramida didirikan pada dinasti kerajaan ke-4.Selama ini, para sejarawan menganggap bahwa piramida adalah makam raja. Dengan demikian, begitu membicarakan piramida, yang terbayang dalam benak secara tanpa disadari adalah perhiasan dan barang-barang yang gemerlap. 

Dan, pada tahun 820 M, ketika gubernur jenderal Islam Kairo yaitu Khalifah Al-Ma’mun memimpin pasukan, pertama kali menggali jalan rahasia dan masuk ke piramida, dan ketika dengan tidak sabar masuk ke ruangan, pemandangan yang terlihat malah membuatnya sangat kecewa. Bukan saja tidak ada satu pun benda yang biasanya dikubur bersama mayat, seperti mutiara, maupun ukiran, bahkan sekeping serpihan pecah belah pun tidak ada, yang ada hanya sebuah peti batu kosong yang tidak ada penutupnya. Sedangkan tembok pun hanya bidang yang bersih kosong, juga tak ada sedikit pun ukiran tulisan.Kesimpulan para sejarawan terhadap prestasi pertama kali memasuki piramida ini adalah “mengalami perampokan benda-benda dalam makam”. Namun, hasil penyelidikan nyata menunjukkan, kemungkinan pencuri makam masuk ke piramida melalui jalan lainnya adalah sangat kecil sekali. Di bawah kondisi biasa, pencuri makam juga tidak mungkin dapat mencuri tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, dan lebih tidak mungkin lagi menghapus seluruh prasasti Firaun yang dilukiskan di atas tembok. Dibanding dengan makam-makam lain yang umumnya dipenuhi perhiasan-perhiasan dan harta karun yang berlimpah ruah, piramida raksasa yang dibangun untuk memperingati keagungan raja Firaun menjadi sangat berbeda.Selain itu, dalam catatan “Inventory Stela” yang disimpan di dalam museum Kairo, pernah disinggung bahwa piramida telah ada sejak awal sebelum Khufu meneruskan takhta kerajaan. Namun, oleh karena catatan pada batu prasasti tersebut secara keras menantang pandangan tradisional, terdapat masalah antara hasil penelitian para ahli dan cara penulisan pada buku, selanjutnya secara keras mengecam nilai penelitiannya. Sebenarnya dalam keterbatasan catatan sejarah yang bisa diperoleh, jika karena pandangan tertentu lalu mengesampingkan sebagian bukti sejarah, tanpa disadari telah menghambat kita secara obyektif dalam memandang kedudukan sejarah yang sebenarnya.



TEKNIK BANGUNAN 


Di Mesir, terdapat begitu banyak piramida berbagai macam ukuran, standarnya bukan saja jauh lebih kecil, strukturnya pun kasar. Di antaranya piramida yang didirikan pada masa kerajaan ke-5 dan 6, banyak yang sudah rusak dan hancur, menjadi timbunan puing, seperti misalnya piramida Raja Menkaure seperti pada gambar. Kemudian, piramida besar yang dibangun pada masa yang lebih awal, dalam sebuah gempa bumi dahsyat pada abad ke-13, di mana sebagian batu ditembok sebelah luar telah hancur, namun karena bagian dalam ditunjang oleh tembok penyangga, sehingga seluruh strukturnya tetap sangat kuat. Karenanya, ketika membangun piramida raksasa, bukan hanya secara sederhana menyusun 3 juta batu menjadi bentuk kerucut, jika terdapat kekurangan pada rancangan konstruksi yang khusus ini, sebagian saja yang rusak, maka bisa mengakibatkan seluruhnya ambruk karena beratnya beban yang ditopang.
Lagi pula, bagaimanakah proyek bangunan piramida raksasa itu dikerjakan, tetap merupakan topik yang membuat pusing para sarjana. Selain mempertimbangkan sejumlah besar batu dan tenaga yang diperlukan, faktor terpenting adalah titik puncak piramida harus berada di bidang dasar tepat di titik tengah 4 sudut atas. Karena jika ke-4 sudutnya miring dan sedikit menyimpang, maka ketika menutup titik puncak tidak mungkin menyatu di satu titik, berarti proyek bangunan ini dinyatakan gagal. Karenanya, merupakan suatu poin yang amat penting, bagaimanakah meletakkan sejumlah 2,3 juta -2,6 juta buah batu besar yang setiap batunya berbobot 2,5 ton dari permukaan tanah hingga setinggi lebih dari seratus meter di angkasa dan dipasang dari awal sampai akhir pada posisi yang tepat.
Seperti yang dikatakan oleh pengarang Graham Hancock dalam karangannya “Sidik Jari Tuhan”: Di tempat yang terhuyung-huyung ini, di satu sisi harus menjaga keseimbangan tubuh, dan sisi lainnya harus memindahkan satu demi satu batu yang paling tidak beratnya 2 kali lipat mobil kecil ke atas, diangkut ke tempat yang tepat, dan mengarah tepat pada tempatnya, entah apa yang ada dalam pikiran pekerja-pekerja pengangkut batu tersebut. Meskipun ilmu pengetahuan modern telah memperkirakan berbagai macam cara dan tenaga yang memungkinkan untuk membangun, namun jika dipertimbangkan lagi kondisi riilnya, akan kita temukan bahwa orang-orang tersebut tentunya memiliki kemampuan atau kekuatan fisik yang melebihi manusia biasa, baru bisa menyelesaikan proyek raksasa tersebut serta memastikan keakuratan maupun ketepatan presisinya.
Terhadap hal ini, Jean Francois Champollion yang mendapat sebutan sebagai “Bapak Pengetahuan Mesir Kuno Modern” memperkirakan bahwa orang yang mendirikan piramida berbeda dengan manusia sekarang, paling tidak dalam “pemikiran mereka mempunyai tinggi tubuh 100 kaki yang tingginya sama seperti manusia raksasa”. Ia berpendapat, dilihat dari sisi pembuatan piramida, itu adalah hasil karya manusia raksasa.
Senada dengan itu, Master Li Hongzhi dalam ceramahnya pada keliling Amerika Utara tahun 2002 juga pernah menyinggung kemungkinan itu. “Manusia tidak dapat memahami bagaimana piramida dibuat. Batu yang begitu besar bagaimana manusia mengangkutnya? Beberapa orang manusia raksasa yang tingginya lima meter mengangkut sesuatu, itu dengan manusia sekarang memindahkan sebuah batu besar adalah sama. Untuk membangun piramida itu, manusia setinggi lima meter sama seperti kita sekarang membangun sebuah gedung besar.”
Pemikiran demikian mau tidak mau membuat kita membayangkan, bahwa piramida raksasa dan sejumlah besar bangunan batu raksasa kuno yang ditemukan di berbagai penjuru dunia telah mendatangkan keraguan yang sama kepada semua orang: tinggi besar dan megah, terbentuk dengan menggunakan susunan batu yang sangat besar, bahkan penyusunannya sangat sempurna. Seperti misalnya, di pinggiran kota utara Mexico ada Kastil Sacsahuaman yang disusun dengan batu raksasa yang beratnya melebihi 100 ton lebih, di antaranya ada sebuah batu raksasa yang tingginya mencapai 28 kaki, diperkirakan beratnya mencapai 360 ton (setara dengan 500 buah mobil keluarga). Dan di dataran barat daya Inggris terdapat formasi batu raksasa, dikelilingi puluhan batu raksasa dan membentuk sebuah bundaran besar, di antara beberapa batu tingginya mencapai 6 meter. Sebenarnya, sekelompok manusia yang bagaimanakah mereka itu? Mengapa selalu menggunakan batu raksasa, dan tidak menggunakan batu yang ukurannya dalam jangkauan kemampuan kita untuk membangun?
Sphinx, singa bermuka manusia yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, tingginya 20 meter, panjang keseluruhan 73 meter, dianggap didirikan oleh kerjaan Firaun ke-4 yaitu Khafre. Namun, melalui bekas yang dimakan karat (erosi) pada permukaan badan Sphinx, ilmuwan memperkirakan bahwa masa pembuatannya mungkin lebih awal, paling tidak 10 ribu tahun silam sebelum Masehi.
Seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa Piramida raksasa dan tetangga dekatnya yaitu Sphinx dengan bangunan masa kerajaan ke-4 lainnya sama sekali berbeda, ia dibangun pada masa yang lebih purbakala dibanding masa kerajaan ke-4. Dalam bukunya “Ular Angkasa”, John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari daerah aliran sungai Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal dan hebat yang lebih kuno ribuan tahun dibanding Mesir kuno, warisan budaya yang diwariskan yang tidak diketahui oleh kita. Ini, selain alasan secara teknologi bangunan yang diuraikan sebelumnya, dan yang ditemukan di atas yaitu patung Sphinx sangat parah dimakan karat juga telah membuktikan hal ini.
Ahli ilmu pasti Swalle Rubich dalam “Ilmu Pengetahuan Kudus” menunjukkan: pada tahun 11.000 SM, Mesir pasti telah mempunyai sebuah budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, sebab bagian badan singa bermuka manusia itu, selain kepala, jelas sekali ada bekas erosi. Perkiraannya adalah pada sebuah banjir dahsyat tahun 11.000 SM dan hujan lebat yang silih berganti lalu mengakibatkan bekas erosi.
Perkiraan erosi lainnya pada Sphinx adalah air hujan dan angin. Washeth mengesampingkan dari kemungkinan air hujan, sebab selama 9.000 tahun di masa lalu dataran tinggi Jazirah, air hujan selalu tidak mencukupi, dan harus melacak kembali hingga tahun 10000 SM baru ada cuaca buruk yang demikian. Washeth juga mengesampingkan kemungkinan tererosi oleh angin, karena bangunan batu kapur lainnya pada masa kerajaan ke-4 malah tidak mengalami erosi yang sama. Tulisan berbentuk gajah dan prasasti yang ditinggalkan masa kerajaan kuno tidak ada sepotong batu pun yang mengalami erosi yang parah seperti yang terjadi pada Sphinx.
Profesor Universitas Boston, dan ahli dari segi batuan erosi Robert S. juga setuju dengan pandangan Washeth sekaligus menujukkan: Bahwa erosi yang dialami Sphinx, ada beberapa bagian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih, sehingga berliku-liku jika dipandang dari sudut luar, bagaikan gelombang, jelas sekali merupakan bekas setelah mengalami tiupan dan terpaan angin yang hebat selama ribuan tahun.
Washeth dan Robert S. juga menunjukkan: Teknologi bangsa Mesir kuno tidak mungkin dapat mengukir skala yang sedemikian besar di atas sebuah batu raksasa, produk seni yang tekniknya rumit.
Jika diamati secara keseluruhan, kita bisa menyimpulkan secara logis, bahwa pada masa purbakala, di atas tanah Mesir, pernah ada sebuah budaya yang sangat maju, namun karena adanya pergeseran lempengan bumi, daratan batu tenggelam di lautan, dan budaya yang sangat purba pada waktu itu akhirnya disingkirkan, meninggalkan piramida dan Sphinx dengan menggunakan teknologi bangunan yang sempurna.

Dalam jangka waktu yang panjang di dasar lautan, piramida raksasa dan Sphinx mengalami rendaman air dan pengikisan dalam waktu yang panjang, adalah penyebab langsung yang mengakibatkan erosi yang parah terhadap Sphinx. Karena bahan bangunan piramida raksasa Jazirah adalah hasil teknologi manusia yang tidak diketahui orang sekarang, kemampuan erosi tahan airnya jauh melampaui batu alam, sedangkan Sphinx terukir dengan keseluruhan batu alam, mungkin ini penyebab yang nyata piramida raksasa dikikis oleh air laut yang tidak tampak dari permukaan.

Minggu, 15 Maret 2015

Pesona GUNUNG FUJI - Jepang

Gunung Fuji adalah gunung tertinggi di Jepang, terletakdi perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi, di sebelah barat Tokyo. Gunung Fuji terletak dekat pesisir Pasifik di pusat Honshu. Fuji dikelilingi oleh tiga kota yaituGotemba (timur), Fuji-Yoshida (utara) dan Fujinomiya (barat daya). Gunung setinggi 3.776 m ini dikelilingi juga oleh lima danau yaitu KawaguchiYamanakaSaiMotosu dan ShojiGunung Fuji adalah simbol Jepang yang terkenal dan sering digambarkan dalam karya seni dan foto-foto, serta dikunjungi pendaki gunung maupun wisatawan. Gunung Fuji diperkirakan terbentuk sekitar 10.000 tahun yang lalu.  Sebuah gunung berapi yang kini masih aktif walaupun memiliki kemungkinan letusan yang rendah, Fuji terakhir kali meletus pada tahun 1707. Terdapat lima danau di sekeliling Fuji, yaitu Danau KawaguchiDanau YamanakaDanau SaiDanau Motosu dan Danau ShojiSekitar 200.000 orang mendaki Gunung Fuji setiap tahunnya, 30% di antaranya orang asing. Tenggat waktu yang paling populer bagi para pendaki adalah dari 1 Juli hingga 27 Agustus. Pendakian bisa memakan waktu dari 3 hingga 7 jam sementara penurunan gunung mencapai sekitar 2 hingga 5 jam.


Gunung Fuji adalah salah satu harta karun Jepang. Setiap tahun, tempat wisata yang satu ini tak pernah sepi pengunjung. Pemandangan yang sangat indah di sekeliling gunung membuat banyak orang ingin mendaki ke sana. Tak heran jika gunung Fuji menjadi destinasi populer dunia.
Terletak di Prefektur Shizouka, gunung ini berbatasan langsung dengan Perfektur Kanagawa, Perfektur Yamanashi, Perfektur Nagano, dan Perfektur Aichi. Di Perfektur Shizouka sendiri menjulang Gunung Fuji dan Pegunungan Akaishi dengan ketinggian rata-rata di atas 3.000 meter.
Sementara itu, di bagian timur banyak terdapat gunung berapi dan di sebelah barat terdapat dataran tinggi. Ada juga sungai Abe yang melewati ujung selatan Jalur Tektonik Itoigawa-Shizuoka. Jalur ini merupakan salahsatu patahan yang paling aktif dan berbahaya di Jepang.
Gunung Fuji ditetapkan UNESCO sebagai salah satu warisan budaya di dunia. Biasanya periode pendakian Gunung Fuji adalah Juli hingga Agustus. Sementara itu, beberapa bulan, seperti Oktober hingga Mei merupakan waktu yang sebaiknya dihindari karena suhu di gunung sedang mengalami puncak masa dingin.
Rata-rata pendaki biasanya mulai mendaki gunung pada malam hari. Hal tersebut dilakukan agar mereka bisa mendapatkan posisi yang tepat di puncak gunung untuk melihat matahari terbit. Istilah wkatu untuk melihat terbitnya matahari disebut goraiko.
Ada empat rute favorit dari stasiun kelima yang biasanya menjadi jalur favorit para pendaki. Rute-rute tersebut adalah melalui Sungai Kawaguchi, Subashiri, Gotemba, dan Fujinomiya.
Gunung setinggi 3.776 meter ini memiliki bentuk indah seperti kerucut. Pada bagian kaki gunung, terdapat Fujisan Hongu Sengen Taisha Shrine. Tempat ini merupakan lokasi utama dari 1.300 Kuil Sengen Jinja di Jepang. Kuil ini menjadi tempat berdoa para pendaki sebelu mulai mendaki.